Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rindu

Telah begitu lama diri ini terdampar
Terlempar di negeri antah berantah
Nan jauh dari-Mu

Tak ada ketulusan
Sebagaimana dulu Engkau selalu berikan
Tak ada kasih sayang
Seperti dulu Engkau selalu curahkan
Tak ada kebersamaan
Yang dulu kita selalu rajut

Ah, begitu rindu diri ini
'Tuk selalu dekat dengan-Mu
Atas segala ketulusan-Mu
Atas tulus kasih sayang-Mu
'Tuk kembali bersama-Mu

Mengapakah begitu panjang perjalanan ini
Kapankan semua ini akan berakhir
Sesungghnya aku adalah milik-Mu
Kepada-Mu jualah aku akan kembali
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un...

Satu


Jiwamu t'lah tercipta di bumi
Tak lain 'tuk temani jiwaku
Menyusuri samudera kehidupan
Hingga akhir dunia

Yang kuinginkan bukanlah tubuh wadagmu
Tetapi jiwamu jua
Hanya bagiku 'tuk menuju keabadian
Yang tak lekang oleh waktu
Tak jua terikat oleh ruang

Engkau pun tahu
Cinta sejati tak terpungkiri
Yang datang dari lubuk hati

Ia berasal dari sisi Sang Pencipta
Yang terbebas dari nafsu dan ego
Dialah sang cinta sejati

Kuberharap dapat membangunkan jiwamu
Yang t'lah terlalu lama lelap
Dan kau pun akhirnya hidup
Dengan kelezatan sorgawi yang abadi

Karena aku adalah dirimu
Dan engkau adalah diriku

Kembali


Aku mati dari benda mati,
dan menjelma sebagai tumbuhan
Lalu aku mati dari tumbuhan,
dan lebur menjadi binatang
Aku mati dari kebinatangan,
dan dianugerahi menjadi manusia

Jadi apa yang mesti kutakutkan?
Kapan aku binasa oleh kematian?

Di waktu lain aku akan mati
dari menjadi manusia
Sampai aku naik bersama para malaikat

Sekali lagi aku akan dikorbankan
dari wujud malaikat

Aku akan menjadi apa
yang tak pernah bisa aku bayangkan
Dalam bentuk yang tak kupahami

Aku pun menjadi non-wujud

Ah, biarkan diriku lenyap
Memasuki kekosongan, kesunyatan
Karena dalam kesunyatan itu
terdengar senandung mulia
berbisik kepadaku:
“Sesungguhnyalah, kepada Dia
kita semua akan kembali”

Jalaluddin Rumi